Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Target Ambisius 5.200 MW Panas Bumi Terkendala Tarif Tak Atraktif

Target Ambisius 5.200 MW Panas Bumi Terkendala Tarif Tak Atraktif

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Burupos.com – Sekretaris Jenderal Asosiasi Panas Bumi Indonesia (Sekjen API) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Sarulla Operation Limited, Riza Pasikki, mengungkapkan bahwa dari total potensi panas bumi Indonesia yang mencapai 24.000 megawatt (MW), baru sekitar 2.740 MW atau 12 persen yang telah dimanfaatkan menjadi energi listrik. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai Pemimpin Redaksi INAnews TV Helmi Romdhoni, dalam Prime Time, Rabu (20/5/2026).

“Masih ada 88 persen yang belum dimanfaatkan. Masih sangat besar opportunity-nya,” ujar Riza.

Ia menjelaskan, panas bumi merupakan energi yang benar-benar terbarukan karena sistem pengelolaannya bersifat siklikal, fluida yang diproduksi dari perut bumi untuk menghasilkan listrik diinjeksikan kembali, dipanaskan ulang oleh magma, dan terus berputar tanpa henti. Selain itu, emisi karbon yang dihasilkan hanya sekitar 0,1 persen dibandingkan pembangkit listrik tenaga batu bara untuk kapasitas yang sama.

Panas bumi Indonesia pertama kali dioperasikan di Kamojang, Garut, pada 1983, dan kini telah berusia lebih dari empat dekade. Potensi terbesar berada di sepanjang Bukit Barisan, Sumatera.

Target Ambisius 2025–2034

Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas panas bumi sebesar 5.200 MW dalam Rencana Umum Pembangunan Ketenagalistrikan (RUPTL) 2025–2034, hampir dua kali lipat dari total kapasitas yang dibangun sejak Indonesia merdeka hingga saat ini.

Target itu sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement, yakni mencapai net zero emission pada 2060.

“Antara 2025 sampai 2034 ditargetkan penambahan 5.200 MW. Secara target, pemerintah punya ambisi yang besar,” kata Riza.

Tantangan: Tarif Tak Atraktif

Namun, Riza menegaskan bahwa akselerasi pengembangan panas bumi masih terbentur sejumlah kendala, terutama soal komersialisasi. Industri ini padat modal, padat teknologi, dan memiliki risiko eksplorasi yang tinggi. Ironisnya, harga jual listrik panas bumi ke PLN sepenuhnya diatur pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022.

“Proyek IRR-nya sangat tidak atraktif, di bawah 5 persen. Jadi kita butuh insentif dari pemerintah,” tegasnya.

API mendorong pemerintah memberikan insentif fiskal, revisi tarif, dan kepastian regulasi yang konsisten. Kabar baiknya, pemerintah tengah mengkaji revisi Perpres 112 tersebut.

Luruskan Mitos, Tegakkan Standar

Riza juga meluruskan berbagai kekhawatiran masyarakat seputar pengembangan panas bumi. Ia menegaskan, cadangan air tanah tidak akan terganggu karena reservoir panas bumi berada di kedalaman 2.000–3.000 meter, jauh lebih dalam dari sumur air biasa yang hanya sekitar 100 meter.

Soal luas lahan, ia menjelaskan bahwa konsesi panas bumi yang tampak besar di atas kertas, bisa puluhan ribu hektare, hanya merujuk pada wilayah bawah tanah. Lahan permukaan yang benar-benar dibuka tidak lebih dari 300 hektare, berbeda jauh dengan tambang batu bara terbuka.

Kendati demikian, ia mengakui adanya insiden paparan gas H2S di Sorik Merapi pada 2021 yang menewaskan lima warga. “Itu adalah kelemahan yang harus kita akui dan perbaiki. Sejak kejadian itu, tidak ada lagi fatality akibat paparan H2S,” ujarnya.

Dorong Ekonomi Daerah

Di wilayah seperti Maluku yang masih kekurangan pasokan listrik, Riza melihat panas bumi sebagai pemantik pertumbuhan ekonomi. Star Energy, misalnya, baru saja berhasil menemukan potensi 60 MW di lapangan Hamidin, Maluku.

“Kalau ketahanan listrik di Maluku bisa naik, investor lebih tertarik membangun cold storage atau smelter di sana. Geotermal bisa men-trigger kegiatan ekonomi yang pada ujungnya menghasilkan ekspor,” pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BTN Gadihu Indah Longsor, BPBD Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

    BTN Gadihu Indah Longsor, BPBD Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle RedBP
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Burupos.com – Longsor menerjang kawasan Perumahan Gadihu Indah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Jumat (8/5/2026). Akibat peristiwa itu, satu rumah ambruk dan sembilan rumah lainnya mengalami kerusakan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Frits Raimond Tatipikalawan, mengatakan longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Ambon sejak pagi hingga sore hari. “Hujan […]

  • Keindahan Danau Rana

    Keindahan Danau Rana

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Burupos.com – Danau Rana merupakan salah satu danau terbesar di Provinsi Maluku dan menjadi kebanggaan masyarakat Pulau Buru. Danau ini berada di kawasan pedalaman Pulau Buru pada ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Keindahan alam di sekitar danau masih sangat alami dengan udara yang sejuk dan suasana yang tenang jauh dari keramaian perkotaan. […]

  • Lama Terbengkalai, Warga Desak Pemerintah Daerah Bangun Jalan Lingkar Ambalau

    Lama Terbengkalai, Warga Desak Pemerintah Daerah Bangun Jalan Lingkar Ambalau

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Burupos.com – Kondisi pembangunan jalan lingkar di Kecamatan Ambalau kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai proyek jalan tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa, melainkan harapan besar masyarakat yang hingga kini dinilai masih terbengkalai. Salah satu warga Desa Kampung Baru, Rasmin Haji Abdi Solissa, saat dihubungi pihak media Burupos.com, Senin (25/05/2026), menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya realisasi […]

  • Kebakaran Pasar Kasongan Rugikan Puluhan Pedagang

    Kebakaran Pasar Kasongan Rugikan Puluhan Pedagang

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Burupos.com – Kebakaran besar melanda kawasan Pasar Kasongan di Kalimantan Tengah, jumat, 8 Mei 2026 dan menghanguskan puluhan kios milik pedagang. Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari ketika sebagian besar aktivitas pasar mulai sepi. Api dengan cepat membesar karena banyak bangunan kios terbuat dari material mudah terbakar. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu beberapa jam untuk […]

  • Estadio Azteca Cetak Rekor Baru sebagai Venue Pembuka Piala Dunia 2026

    Estadio Azteca Cetak Rekor Baru sebagai Venue Pembuka Piala Dunia 2026

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle RedBP
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Burupos.com – Estadio Azteca kembali mencatat sejarah sebagai venue laga pembuka yang akan digelar pada 11 Juni 2026. Stadion legendaris tersebut menjadi arena pertama di dunia yang dipercaya menjadi tuan rumah pertandingan pembuka Piala Dunia sebanyak tiga kali, setelah sebelumnya menggelar laga pembuka edisi 1970 dan 1986. FIFA telah memastikan bahwa tim tuan rumah Meksiko […]

  • Air Terjun Watiena

    Air Terjun Watiena

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Burupos.com – Air Terjun Watiena menjadi salah satu wisata alam favorit di Pulau Buru yang menawarkan suasana sejuk dan alami. Air terjun ini berada di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, dan terkenal karena aliran airnya yang sangat jernih. Lingkungan sekitar masih dipenuhi pepohonan hijau sehingga memberikan nuansa segar dan menenangkan bagi para pengunjung. Air Terjun […]

expand_less