BTN Gadihu Indah Longsor, BPBD Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem
- account_circle RedBP
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
- visibility 63
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tampak salah satu rumah di Perumahan Gadihu Indah terdampak bencana longsor
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Burupos.com – Longsor menerjang kawasan Perumahan Gadihu Indah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Jumat (8/5/2026). Akibat peristiwa itu, satu rumah ambruk dan sembilan rumah lainnya mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Frits Raimond Tatipikalawan, mengatakan longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Ambon sejak pagi hingga sore hari.
“Hujan dengan intensitas tinggi dari pagi, kemudian tadi terjadi hujan besar selama sekitar dua jam sehingga tanah tidak mampu menahan beban. Data sementara, satu rumah ambruk terbawa longsor dan sembilan rumah lainnya mengalami kerusakan,” kata Frits.
Ia menjelaskan, dari sembilan rumah yang terdampak, tiga rumah mengalami keretakan pada bagian dapur. Sementara enam rumah lainnya mengalami kerusakan pada fondasi akibat tergerus material longsor.
“Selain tiga rumah yang rusak itu, ada juga enam rumah di blok berbeda mengalami retak pada bagian dapur dan badan rumah karena tergerus longsor,” ujarnya.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warga yang terdampak telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
BPBD Kota Ambon juga telah mendirikan tenda darurat untuk menampung sejumlah keluarga korban longsor.
“Kami sudah mengevakuasi pemilik rumah beserta barang-barang mereka ke tempat yang aman. Sementara ini juga sedang didirikan tenda untuk beberapa keluarga,” tutur Frits.
Menurut dia, salah satu faktor yang memperparah longsor ialah tidak adanya sistem pembuangan air di kawasan perumahan tersebut. Kondisi itu membuat aliran air hujan tidak terarah dan meresap ke tanah di sekitar bangunan.
“Setiap rumah tidak memiliki saluran pembuangan atau talang air, sehingga air mengalir tidak beraturan dan tidak menuju selokan,” katanya.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi mengingat cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Ambon dan sekitarnya.
- Penulis: RedBP

Saat ini belum ada komentar