Silaturahmi Bersama Forkompinda Se-Sulawesi, Menko Polkam: Komitmen Perkuat Stabilitas Keamanan Nasional
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- visibility 47
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menko Polkam RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, ketika menyampaikan sambutan dalam pertemuan silaturahmi akbar Pempus bersama Forkopimda se-Sulawesi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/05/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Burupos.com – Pemerintah Pusat menunjukkan komitmen kuat dalam memperkokoh ketahanan wilayah melalui silaturahmi akbar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Sulawesi yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kota Kendari, Sabtu (30/05/2026).
Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Menteri Dalam Negeri, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS). Agenda utama koordinasi lintas sektor ini difokuskan pada penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan kondusivitas wilayah regional.
Langkah taktis ini diambil menyusul pentingnya keselarasan persepsi antara pusat dan daerah dalam menghadapi dinamika geopolitik serta tantangan sosial-ekonomi ke depan. Kehadiran jajaran menteri dan kepala lembaga negara di Kendari menjadi penanda bahwa wilayah Sulawesi memegang peranan krusial sebagai pilar penyangga stabilitas nasional. Melalui ruang dialog resmi ini, seluruh elemen pimpinan daerah mulai dari Gubernur, Kapolda, Pangdam, hingga Kepala Kejaksaan Tinggi se-Sulawesi dikumpulkan untuk menyamakan ritme kerja dalam mendeteksi dan memitigasi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, dalam pengarahannya menegaskan bahwa stabilitas keamanan adalah fondasi mutlak yang tidak dapat ditawar untuk menjamin keberlanjutan program pembangunan di daerah.
Djamari menekankan bahwa kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi yang dirancang pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa adanya jaminan rasa aman bagi masyarakat dan kepastian hukum bagi para investor. Oleh karena itu, sinergitas di tingkat Forkopimda harus semakin solid, responsif, dan tidak boleh bekerja secara parsial dalam menghadapi gejolak sosial.
“Pembangunan tidak berjalan bila kondisi daerah tidak kondusif dan pembangunan tidak berhasil bila tidak dilaksanakan bersama-sama dan kompak dari unsur di daerah,” Tegas Djamari
Dalam pidato utamanya, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago memberikan instruksi dan arahan kepada seluruh kepala daerah. “Pembangunan daerah yang berkelanjutan hanya dapat tumbuh subur di atas tanah yang aman dan damai. Saya meminta seluruh jajaran Forkopimda se-Sulawesi untuk melipatgandakan kewaspadaan, memperkuat deteksi dini, dan mempererat koordinasi. Jangan beri ruang sedikit pun bagi benih-benih konflik yang dapat mengganggu ketenteraman warga. Kita harus memastikan stabilitas keamanan nasional tetap kokoh dan terjaga demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Djamari Chaniago.
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol. (Purn.) Tito Karnavian yang turut hadir menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel sebagai instrumen pendukung stabilitas politik lokal. Kemendagri mendorong para kepala daerah untuk memaksimalkan penyerapan anggaran secara tepat sasaran demi meredam ketimpangan sosial yang sering kali menjadi akar sumbu konflik. Penguatan kapasitas institusi lokal dan pelayanan publik yang prima dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap jalannya roda pemerintahan.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan rujukan data makro ekonomi dan pemetaan indikator sosial terkini di wilayah Sulawesi untuk periode kuartal pertama tahun 2026. Data yang disajikan secara detail tersebut digunakan sebagai basis pengambilan kebijakan (evidence-based policy) bagi Forkopimda agar langkah-langkah preventif yang diambil di lapangan lebih terukur.
Tuan rumah kegiatan, Penjabat (Pj.) Gubernur Sulawesi Tenggara, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan Pemerintah Pusat yang telah memilih Kota Kendari sebagai pusat konsolidasi sewilayah Sulawesi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama seluruh jajaran Forkopimda menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan seluruh instruksi dan amanat yang telah digariskan oleh Menko Polkam dan Mendagri. Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan intensitas rapat koordinasi internal di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota guna mengawal stabilitas keamanan secara berkelanjutan.
Pertemuan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Pusat dan para Kepala Daerah se-Sulawesi terkait penguatan ketahanan wilayah. Melalui momentum silaturahmi ini, diharapkan rantai birokrasi dan jalur koordinasi keamanan antara pusat, provinsi, hingga satuan komando teritorial di tingkat terbawah dapat berjalan lebih taktis. Dengan terciptanya integrasi yang kuat, wilayah Sulawesi siap menjadi pelopor dalam menjaga iklim kondusif demi mendukung percepatan pembangunan nasional yang merata. [HM]
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar