Presiden Prabowo Sampaikan KEM-PPKF 2027, Tegaskan APBN Harus Berpihak kepada Rakyat
- account_circle RedBP
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- visibility 110
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sumber Foto Facebook Akun resmi Presiden RI Prabowo Subianto
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Burupos.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 yang berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (20/05/2026).
Dalam pidatonya di hadapan anggota DPR RI dan jajaran pemerintah, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar dokumen keuangan negara, melainkan instrumen perjuangan bangsa untuk melindungi rakyat dan memperkuat fondasi pembangunan nasional.
“Saya percaya APBN bukan sekadar angka-angka di atas kertas. APBN adalah wujud perjuangan bangsa, alat negara untuk melindungi rakyat, memperkokoh fondasi bangsa, dan memastikan setiap warga negara dapat hidup lebih sejahtera,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga menekankan pentingnya keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan nasional, termasuk pengelolaan sumber daya alam Indonesia demi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, seluruh kekayaan alam Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat sebagaimana amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
“Kita harus berani menghadapi setiap masalah, berani mengolah dan mengelola kekayaan milik bangsa sendiri. Indonesia adalah bangsa besar,” tegasnya.
Dalam penyampaian arah kebijakan fiskal tahun 2027 tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus menghadirkan kebijakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat, khususnya bagi para guru, petani, nelayan, dan pekerja yang menjadi penopang pembangunan nasional.
“Kita ingin kebijakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat. Kepada para guru yang mendidik masa depan bangsa, para petani dan nelayan yang menjaga ketahanan pangan, serta para pekerja yang menjadi tulang punggung pembangunan,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga berkomitmen memperkuat hilirisasi industri nasional, meningkatkan ketahanan pangan dan energi, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta memastikan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara harus hadir untuk menjamin kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan berkecukupan.
“Kita menginginkan seluruh rakyat hidup dengan rukun, dengan damai, dan berkecukupan pangan, sandang, serta papan. Negara harus hadir dan bekerja untuk itu,” ungkapnya.
Menutup pidatonya, Presiden Prabowo optimistis Indonesia mampu menjadi bangsa yang berdaulat dan mandiri melalui persatuan, keberanian, dan kerja keras seluruh elemen bangsa.
“Saya percaya, dengan persatuan, keberanian, dan kerja keras, Indonesia akan menjadi bangsa yang berdaulat dan mampu berdiri di atas kakinya sendiri,” tutup Presiden Prabowo.
- Penulis: RedBP

Saat ini belum ada komentar