Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Legislatif » DPR Soroti Risiko Monopoli dalam Rencana Ekspor Satu Pintu PT DSI

DPR Soroti Risiko Monopoli dalam Rencana Ekspor Satu Pintu PT DSI

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Burupos.com – Rencana restrukturisasi tata kelola ekspor komoditas strategis nasional melalui pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) sebagai entitas eksportir tunggal disoroti Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna, Jumat (29/5/2026). Perusahaan tersebut direncanakan mulai mengendalikan ekspor batu bara, crude palm oil (CPO), serta produk paduan nikel Indonesia pada 2027.

Untuk menekan kebocoran devisa dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global, PT DSI diproyeksikan sebagai instrumen negara untuk mengonsolidasikan rantai ekspor komoditas strategis. Kebijakan tersebut dinilai sebagai transformasi struktural terbesar dalam tata kelola ekonomi sumber daya alam Indonesia sejak era reformasi.

“Negara tentu memiliki kepentingan untuk menghentikan praktik under-invoicing, transfer pricing, dan kebocoran devisa dalam jumlah besar. Namun, tidak boleh menutup mata terhadap risiko sentralisasi kekuasaan ekonomi yang terlalu besar,” ujar Ateng.

Selama ini, ekspor komoditas strategis Indonesia berjalan dalam sistem pasar yang terfragmentasi. Ribuan perusahaan swasta melakukan ekspor secara langsung maupun melalui trader yang berbasis di negara suaka pajak seperti Singapura, British Virgin Islands, dan Cayman Islands. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan negara dalam mengawasi kualitas komoditas, harga transaksi riil, hingga arus devisa hasil ekspor.

Ateng menjelaskan, salah satu alasan utama pembentukan PT DSI adalah untuk menutup celah manipulasi harga ekspor atau under-invoicing yang selama ini disebut menyebabkan potensi kehilangan penerimaan negara hingga mencapai US$150 miliar per tahun.

Melalui mekanisme single-window, seluruh proses penentuan harga, verifikasi kualitas, hingga penerbitan invoice akan dikendalikan oleh negara melalui PT DSI. Pemerintah juga menargetkan seluruh devisa hasil ekspor dapat kembali secara optimal ke sistem perbankan nasional.

Selain itu, pemerintah berupaya membangun sistem ketertelusuran nasional atau traceability guna menjawab tuntutan regulasi global, seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR) dan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM). Dengan dukungan aset besar Danantara, PT DSI dinilai memiliki kapasitas membangun sistem pengawasan rantai pasok berbasis teknologi yang sulit diwujudkan eksportir kecil secara mandiri.

Konsolidasi ekspor melalui satu pintu juga diharapkan mampu mengubah posisi Indonesia dari sekadar price taker menjadi price setter komoditas global, khususnya pada sektor batu bara, CPO, dan nikel. “Negara bisa memiliki leverage perdagangan global yang jauh lebih kuat karena menguasai pasokan komoditas strategis dunia,” jelasnya.

Meski demikian, Ateng mengingatkan pemerintah agar tetap berhati-hati terhadap potensi lahirnya monopoli tata niaga komoditas. Menurutnya, sentralisasi ekspor dalam satu entitas tunggal berisiko menciptakan konsentrasi kekuasaan ekonomi yang besar apabila tidak disertai sistem pengawasan yang transparan dan akuntabel.

“Jangan sampai semangat nasionalisme justru menghidupkan kembali pola monopoli ala masa lalu yang meninggalkan catatan kelam hingga hari ini,” tegas Politisi Fraksi PKS tersebut.

Ia menekankan bahwa tata kelola ekspor sumber daya alam harus tetap menjunjung prinsip transparansi, persaingan usaha yang sehat, serta pengawasan publik yang kuat. Negara, kata dia, memang perlu hadir untuk mengamankan devisa dan kepentingan nasional, namun tidak boleh berubah menjadi sentralisasi kekuasaan ekonomi yang tertutup.

Menurut Ateng, tanpa tata kelola profesional dan pengawasan independen, PT DSI justru berpotensi menjadi sumber inefisiensi baru yang dapat menghambat daya saing ekspor Indonesia di tengah dinamika pasar global.

“Penguatan peran negara harus dibangun bukan sekadar konsolidasi kekuasaan ekonomi. Karena jika salah desain, hal itu berpotensi menciptakan kartel baru yang sulit diawasi,” pungkasnya.

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Batu Bara Masih Raja, Energi Bersih Jalan di Tempat

    Batu Bara Masih Raja, Energi Bersih Jalan di Tempat

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Burupos.com – Di tengah tekanan geopolitik global dan gejolak regulasi dalam negeri, ketahanan energi nasional Indonesia dinilai masih rapuh. Tiga narasumber dalam diskusi publik bertema “Navigasi Ketahanan Energi Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik”, Senin (25/5/2026), di Hotel 88 Fatmawati, Jakarta Selatan, sepakat bahwa Indonesia menghadapi tantangan besar yang belum tertangani serius. Produksi Dipangkas, Regulasi Bertubi-tubi […]

  • SMP Kristen YPKPM Ambon Terbakar, Damkar Berhasil Padamkan Api

    SMP Kristen YPKPM Ambon Terbakar, Damkar Berhasil Padamkan Api

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle RedBP
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Burupos.com – Kebakaran melanda gudang SMP Kristen YPKPM Ambon di Jalan Diponegoro No. 61, Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau, pada Minggu (10/5/2026). Insiden yang diduga akibat korsleting listrik itu sempat membuat warga sekitar panik. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon bergerak cepat setelah menerima laporan melalui layanan darurat 112 pada pukul 14.36 WIT. Empat menit […]

  • Susun RUU Masyarakat Adat, Baleg DPR Serap Aspirasi

    Susun RUU Masyarakat Adat, Baleg DPR Serap Aspirasi

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle RedBP
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Burupos.com – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Sabtu (9/5/2026), guna menyerap aspirasi masyarakat terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat. Wakil Ketua Baleg DPR RI, Martin Manurung, mengatakan Kawasan Danau Toba dipilih sebagai lokasi kunjungan karena masih banyak komunitas masyarakat adat yang hidup dan berkembang di […]

  • The Best Productivity Tools for Remote Work

    The Best Productivity Tools for Remote Work

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Burupos.com – As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, […]

  • BUBK Kembali Panen Raya, Presiden: Menambah Kekayaan Bangsa dan Menambah Penghasilan Rakyat.

    BUBK Kembali Panen Raya, Presiden: Menambah Kekayaan Bangsa dan Menambah Penghasilan Rakyat.

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Burupos.com – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja pada kegiatan hasil panen raya di lokasi tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) yang sukses mencetak 40 ton per Ha dengan total luas lahan 64 hektare di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/05/2026). Prabowo langsung hadir di lokasi kegiatan panen raya udang di kawasan BUBK dengan penuh […]

  • Estadio Azteca Cetak Rekor Baru sebagai Venue Pembuka Piala Dunia 2026

    Estadio Azteca Cetak Rekor Baru sebagai Venue Pembuka Piala Dunia 2026

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle RedBP
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Burupos.com – Estadio Azteca kembali mencatat sejarah sebagai venue laga pembuka yang akan digelar pada 11 Juni 2026. Stadion legendaris tersebut menjadi arena pertama di dunia yang dipercaya menjadi tuan rumah pertandingan pembuka Piala Dunia sebanyak tiga kali, setelah sebelumnya menggelar laga pembuka edisi 1970 dan 1986. FIFA telah memastikan bahwa tim tuan rumah Meksiko […]

expand_less