Pemerintah Targetkan 1.000 Desa Nelayan Beroperasi pada 2026
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- visibility 152
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ikan tuna berukuran besar hasil tangkapan nelayan di Maluku Utara seperti ini sudah semakin jarang didapat. Foto - MDPI/mongabay.co.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Burupos.com – Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan yang akan mulai beroperasi pada tahun 2026. Program ini diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat sektor kelautan nasional.
Dalam program tersebut, setiap desa nelayan akan dilengkapi fasilitas penting seperti pabrik es, gudang pendingin, akses BBM, dan infrastruktur distribusi hasil laut. Pemerintah berharap fasilitas itu mampu menekan kerugian pascapanen yang selama ini dialami nelayan kecil.
Presiden juga menyebutkan bahwa pembangunan kampung nelayan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 5.000 desa pada tahun 2029. Program ini diperkirakan akan berdampak pada jutaan keluarga nelayan di seluruh Indonesia.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan program pelatihan dan pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam pengolahan dan pemasaran hasil tangkapan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk perikanan nasional.
Kebijakan tersebut mendapat perhatian luas karena dinilai sebagai salah satu program terbesar pemerintah di sektor kelautan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pihak berharap program ini benar-benar dapat memperbaiki taraf hidup nelayan tradisional Indonesia.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar